 |
| Sumber: starladder.com |
Ditendang Virtus.Pro ke lower bracket hanya sehari sebelum
grand final, Team Secret menunjukkan kegigihan mereka pada Virtus.Pro dengan memenangkan game keempat, setelah unggul dua game pertama. Penulis ingin memberikan pujian khusus kepada Puppey / Clement Ivanov, yang menjadi otak dibalik kesuksesan Team Secret dalam memenangkan Chongqing Major yang diadakan di China oleh StarLadder dan ImbaTV.
 |
| Sumber: @dotasltv |
Draft pertama dimulai dari pick Timbersaw dan Phantom Lancer untuk Secret, dan
last pick mengejutkan mid Shadow Fiend untuk Noone / Vladimir Minenko. Solo / Alexei Berezhin beserta Noone ingin membuktikan bahwa SF tidak
out of meta. Sayangnya, mereka belum dapat membuktikan hal tersebut dan dipaksa
gg dalam 21 menit.
Merasa tertantang, pada game kedua, Puppey melakukan
last pick untuk Drow Ranger, yang juga saat ini sedikit kurang populer sejak patch terbaru. Menariknya,
last pick ini memberikan kesempatan pada Yapz0r / Yazid Jaradat untuk menukangi Luna sebagai support! Strategi ini memberikan Secret
trilane yang sangat kuat untuk mengganggu
farm Ramzes666 / Roman Kushnarev yang kala itu menggunakan Phantom Assassin. Stun dari Puppey dan Yapz0r kerap menyulitkan Ramzes666 untuk mendulang gold dari lane-nya.
Drow Strat ini memuluskan game Secret, apalagi dengan keberadaan Lunar Blessing milik Luna, membuat Outworld Devourer yang dipegang MidOne / Yeik Nai Zheng berkali-kali lipat lebih menyeramkan. Dominan di keseluruhan
laning phase,
gg kini diketik Noone lebih cepat, yaitu di menit ke-17.
Game ketiga dimulai imbang. Namun sepertinya draft carry Visage untuk Nisha / Michal Jankowski tidak ampuh untuk menghentikan Ramzes666 dengan Phantom Lancer-nya. Kontrol ilusi hanya dimiliki oleh Zai / Ludwig Wahlberg dan Ravage milik Tidehunter-nya. Di sisi VP, keempat hero selain Phantom Lancer memiliki stun, disarm, hingga cyclone dari Brewmaster yang ditukangi 9Pasha / Pavel Kvhastunov.
Sempat unggul, Secret harus merelakan kelemahan draft mereka di menit ke-40 untuk VP. Skor menjadi 2-1, memberikan secercah harapan untuk memenangkan seri tersebut. Hanya saja, fans VP belum boleh tenang.
Nafas yang diberikan Secret di game ketiga berubah menjadi bencana bagi VP di game keempat. Kedua tim bermain lebih pragmatis, yang seketika berubah bak
flashback ke beberapa patch lalu, dimana kedua tim memainkan
dual mid lane, dengan Bane Puppey diduetkan dengan OD MidOne melawan Death Prophet Noone dengan Grimstroke Rodjer / Vladimir Nikogosyan.
Kedua tim menaruh harapan mereka kepada kedua carry tradisional seperti PA dan Juggernaut. Kunci kemenangan dipegang permainan brilian Yapz0r yang berhasil membalikkan gank terhadap Nisha yang tertangkap dan didatangi seluruh pemain VP. Relocate Io-nya berhasil menyelamatkan Nisha dari bahaya, dan seluruh skill
ultimate yang telah dikomit untuk membunuhnya tersia-siakan. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Secret hingga berhasil melenyapkan semua pemain VP dari map.
Kemenangan ini memiliki arti lebih bagi Secret yang
ditandaskan VP di Major sebelumnya. Seakan membuktikan bahwa gelar juara VP di Kuala Lumpur hanyalah ilusi, Secret terlihat jauh lebih dominan. Padahal, di semi-final upper bracket hanya sehari sebelum pertandingan ini, VP berhasil menunjukkan bahwa mereka masih lebih kuat daripada Secret. Apakah
pocket Drow Strat memang disimpan Puppey untuk grand final, siapa yang tahu?
Selama turnamen berlangsung pun, VP sama sekali belum pernah kalah series. Mereka menjuarai grup A, sedangkan Secret harus sempat tunduk 2-0 terhadap salah satu tim favorit tuan rumah, PSG.LGD.
 |
| Sumber: Liquipedia |
Di lain pihak, RTZ / Artour Babaev dan teman-teman dari Evil Geniuses perlu puas dengan kembali menempati peringkat ketiga. Favorit tuan rumah lainnya seperti Vici Gaming, EHOME, dan LGD semua menyerah di tangan EG. Hanya Team Aster yang kalah dari TNC Predator di seri pertama pertama mereka di lower bracket. EG sempat menunjukkan taring mereka saat melawan Secret di final lower bracket, namun sepertinya Suma1l / Sumail Hassan bermain terlalu agresif dan masih belum mampu mengangkat timnya ke grand final.
 |
| Sumber: Liquipedia |
Chongqing Major telah berjalan selama seminggu. Banyak lika-liku dan drama yang juga terjadi baik sebelum maupun selama turnamen berlangsung. Penulis juga ingin meminta maaf karena tidak sempat menulis artikel tentang kegagalan Boom.ID di Bucharest Minor seminggu sebelum Chongqing Major dimulai.
Klasemen DPC saat ini masih imbang di atas. Secret dan VP telah menggenggam tiket ke The International 2019 yang akan diselenggarakan di China. EG masih belum memastikan keberadaan mereka di TI9, namun masih terpaut hampir 2000 poin dari peringkat 4, LGD. Team Liquid mendapatkan pengurangan poin karena menggunakan pemain pengganti di Major ini.
Bagaimana dengan nasib Boom yang baru saja bermain di Bucharest Minor dan juara Dreamleague Minor, Tigers? Boom kini mengantongi 20 poin, dan Tigers mendapatkan pengurangan poin dari 120 menjadi 76.8 karena melepas kedua carry mereka, AhJit / Lai Jay Son dan inYourdreaM / Muhammad Rizky. Mereka digantikan Mushi / Chai Yee Fung dan Dendi / Danil Ishutin, yang saat grand final Chongqing Major berlangsung, mereka gagal di open qualifier kedua menuju Dreamleague Major, Major ketiga di seri DPC musim ini.
Penasaran bagaimana Dendi bisa
nyasar ke skena Dota 2 Asia Tenggara? Mungkin tidak akan penulis bahas sekarang.
 |
| Sumber: Liquipedia |
0 Comments